BAB II
KERANGKA TEORITIS
2.1 Komunikasi
2.1.1 Definisi Komunikasi
Komunikasi mengandung makna bersama – sama (common) Istilah komunikasi atau Communication berasal dari bahasa Latin yaitu communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran. Kata sifatnya Communis, yang bermakna umum atau bersama – sama. (Wiryanto, 2006:5)
Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Manusia ingin mengetahui apa yang terjadi di dalam dirinya. Rasa ingin tahu itu memaksa manusia untuk berkomunikasi. Berikut adalah definisi komunikasi menurut beberapa ahli :
2.1.2 Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah setiap langkah dari mulai saat menciptakan informasi sampai saat dipahaminya informasi oleh komunikan.
Joseph A. Devita mengemukakan proses komunikasi merupakan suatu proses di mana komponen – komponenennya salaing terkait dan bahwa para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan dan keseluruhan.
Dalam setiap proses, setiap elemen komunikasi saling berhubungan tidak pernah independen, masing – masing komponen saling terkait dengan komponen lain. Sebagai contoh tidaklah mungkin antara sumber, pesan dan penerima berdiri sendiri. Tidak mungkin ada sumber tanpa penerima tidak ada pesan tanpa sumber dan bahkan tidak akan terjadi umpan balik tanpa ada penerima. (Suprapto,2006:5)
2.2 Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi adalah pernyataan manusia dan pernyataan manusia tersebut dapat berupa tulisan atau lisan, Selain itu dapat juga dilakukan dengan syarat atau simbol. (Widjaja,2000:15)
Massa dalam komunikasi massa meliputi semua orang yang menjadi saluran alat-alat komunikasi massa atau orang-orang pada ujung lain dari saluran. (Wiryanto,2006:09)
Komunikasi massa menurut Jay Black dan Frederick C.Whitney adalah sebuah proses di mana pesan-pesan yang diproduksi secara massa / tidak sedikit itu disebarkan kepada penerima pesan yang luas, anonim dan heterogen. (Nurudin, 2007: 12)
Dengan kata lain, komunikasi massa dapat diartikan setiap komunikasi yang menyatakan secara terbuka melalui penyebaran media teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar. Berkaitan denga penelitian ini, tayangan Lemon Tea merupakan bentuk komunikasi massa.
Tujuan dari komunikasi massa itu sendiri adalah mengirim pesan kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang bersifat mekanis, seperti radio, televisi, surat kabar, dan film untuk mendapatkan efek. (Effendy, 2004: 25)
2.2.1 Unsur-unsur Komunikasi Massa
Komunikasi massa terdiri dari unsur-unsur berikut ini:
a. Unsur sumber atau komunikator
Unsur ini merupakan unsur yang paling penting agar proses komunikasi dapat berjalan. Karena dari unsur inilah komunikasi berawal. Sumber merupakan unsur pertama yang menyampaiakn pesan. Contoh dari sumber bisa perorangan atau sebuah organisasi. Sumber atau komunikator dalam penelitian ini adalah pihak stasiun TV yaitu SCTV.
b. Unsur pesan
Pesan adalah apa yang disampaikan oleh sumber. Pesan-pesan komunikasi massa dapat diproduksi dalam jumlah yang sangat besar dan dapat menjangkau audiens yang sangat banyak jumlahnya. Pesan yang disampaikan dari acara Lemon Tea ini adalah bahwa dalam membangun hubungan harus diperlukan kejujuran dan kesetiaan dari setiap pasangan.
c. Unsur saluran atau media
Unsur ni menyangkut semua peralatan mekanik yang digunakan untuk menyebarluaskan pesan-pesan komunikasi massa. Tanpa saluran-saluran ini pesan-pesan ini tidak dapat menyebar secara cepat dan luas Media yang mempunyai kemampuan tersebut adalah surat kabar, radio, televisi, majalah, film dan internet. Dalam penelitian ini, media massa yang digunakan adalah televisi
d. Unsur penerima atau komunikan
Unsur ini menyangkut sasaran-sasaran komunikasi massa, seperti perorangan-perorangan yang membaca surat kabar, yang membuka halaman-halaman majalah, yang sedang menikmati film bioskop atau film televisi, dan yang sedang menggunakan internet. Pihak yang menerima pesan dalam penelitian ini adalah para penonton tayangan Lemon Tea terutama para remaja SMA Marsudirini. (Wiryanto, 2006: 3-10)
e. Efek
Adalah pengaruh yang ditimbulkan oleh komunikan. Dalam penelitian ini pengaruh yang diberikan adalah bahwa audiens jadi ingin mnyelesaikan masalah percintaan mereka dengan mengikuti acara tersebut. (Rudi, 2006: 4)
f. Umpan balik
Ada dua umpan balik (feedback) dalam komunikasi yaitu umpan balik langsung dan umpan balik tidak langsung. Di dalam komunikasi massa, umpan balik biasanya terjadi secara langsung. Artinya, antara komunikator dengan komunikan dalam komunikasi massa tidak terjadi kontak langsung yang memungkinkan mereka mengadakan reaksi langsung satu sama lain.
Dalam Penelitian ini umpan balik biasanya diberikan komunikan melalui surat pembaca di media cetak bisa berupa pujian, saran maupun kritikan.
(Nurudin, 2007: 109)
2.2.2 Fungsi Komunikasi Massa
a. Informasi
Kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan, opini dan komentar, sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang diluar darinya, apakah itu dalam daerah, nasional atau internasional.
b. Sosialisai
Yakni menyediakan dan mengajarkan ilmu pengetahuan bagaimana orang bersikap sesuai nilai-nilai yang ada, serta bertindak sebagai anggota masyarakat secara aktf.
c. Motivasi
Yakni mendorong orang untuk mengikuti kemajuan orang lain melalui apa yang mereka baca, lihat dan dengar melalui media massa.
d. Bahan Diskusi
Menyediakan bahan informasi sebaga bahan diskusi untuk mencapai persetujuan dalam hal perbedaan pendapat mengenai hal-hal yang menyangkut banyak orang.
e. Pendidikan
Yakni membuka kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara luas, baik untuk pendidikan formal untuk di sekolah maupun di luar sekolah. Juga meningkatkan kualitas penyajian materi yang baik, menarik, dan mengesankan.
f. Memajukan kebudayaan
Media massa menyebarkan hasil-hasil kebudayaan melalui pertukaran program siaran radio dan televisi, ataukah bahan tercetak seperti buku dan penerbtan-penerbitan lainnya. Pertukaran ini akan memungkinkan peningkatan daya kratifitas guna memajukan kebudayaan nasional masing-masing negara, serta mempertinggi kerja sama hubungan antar negara
g. Hiburan
Media massa telah menyita banyak waktu luang untuk semua golongan usia dengan difungsikannya sebaga alat hiburan dalam rumah tangga. Sifat estetika yang dituangkan dalam bentuk gambar, bunyi, lagu, lirik dan bahasa membawa orang pada situasi menikmati hiburan sebagai halnya kebutuhan pokok lainnya.
h. Integrasi
Banyak bangsa di dunia dewasa ini diguncang oleh kepentingan-kepentingan tertentu karena perbedaan etnis dan ras. Komunikasi seperti satelit dapat dimanfaatkan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan itu dalam memupuk dan memperkokoh persatuan bangsa. (Cangara, 2002: 57)
Dari fungsi-fungsi komunikasi yang telah disebutkan di atas. Fungsi yang dipakai dalam penelitian ini ada empat yatu informasi, sosialisasi, pendidikan dan hiburan.
Dalam kaitannya dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, fungsi komunikasi massa yatu televisi adalah membrikan informasi mengenai tempat-tempat wisata yang digunakan saat acara tersebut berlangsung. Fungsi sosialisasi sebagai fungsi komunikasi massa yaitu bagaimana cara peserta dalam acara tersebut bersosialisai dari awal hingga akhir.
Fungsi pendidikan sebagai fungsi komunikasi massa dalam penelitian ini adalah bagaimana caranya bersikap jujur dan sabar. Dan fungsi hiburan sebagai fungsi komunikasi massa dalam penelitian ini adalah penonton biasanya terhibur dengan adanya peristiwa-peristiwa yang terjadi dengan konflik.
2.3 Media dan Media Massa
2.3.1 Pengertian Media dan Media Massa
Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikasi kepada khalayak. (Cangara, 2002: 119)
Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayk (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio, dan televisi. (Cangara, 2002: 122)
2.3.2 Jenis-jenis Media Massa
a. Surat Kabar
Surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran. Surat kabar berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik.
b. Majalah
Majalah adalah penerbitan berkala yang berisi bermacam-macam artikel dalam subyek yang bervariasi. Majalah biasanya diterbitkan mingguan, dwimingguan, bulanan. Majalah biasanya memiliki artikel mengenai topik populer yang ditujukan kepada masyarakat umum dan ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh banyak orang
c. Radio
Radio adalah teknologi yang memperbolehkan pengiriman sinyal oleh modulasi gelombang elektromagnetik. Gelombang ini merambat lewat udara dan juga angkasa.
d. Televisi
Televisi adalah penangkapan siaran bergambar. Televisi berarti melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disamakan dengan penemuan roda, karena mampu mengubah peradaban dunia.
e. Film
Film adalah gambar hidup dan juga sering disebut movie. Film secara kolektif sering disebut sinema. Gambar hidup adalah bentuk seni, bentuk popular dari hiburan.
f. Internet
Sistem komputer umum yang terhubung secara global dan menggunakan TCP sebagai protokol pertukaran paket.
(Cangara, 2002: 123-130)
2.4 Definisi Konsep
2.4.1 Tanggapan
Tanggapan adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. (Rakhmat, 2004: 31). Kemudian menurut Effendy (2004: 31) adalah penerapan atau pengamatan yang dilakukan oleh seseorang secara indrawi terhadap sesuatu yang ada di luar dirinya.
2.4.2 Remaja
Remaja adalah mulai dewasa yang mana suatu proses peralihan dari anak-anak. (KBUBI,1982: 813)
2.4.3 Kebenaran
Kebenaran adalah keadaan yang benar ( cocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya). Kebenaran adalah sesuatu yang benar (sunguh-sunguh ada, betul-betul demikian halnya). (KBUBI, 1982: 117)
2.4.4 Fakta
Fakta adalah peristiwa, sesuatu hal yang terjadi sungguh-sungguh. (KBUBI, 1982: 279)
2.4.5 Reality Show
Reality show adalah satu jenis program acara TV dimana pendokumentasian rekayasa realitas berlangsung tanpa skenario dengan menggunakan pemain dari khalayak umum biasa (tidak menggunakan artis). Perkecualiannya adalah bila acara tersebut mengenai kehidupan artis, maka yang didokumentasikan adalah kehidupan nyata bagaimana artis tersebut menjalani hari-harinya. Acara ini biasanya ditayangkan secara berseri. (http://id.wikipedia.org/wiki/Acara_rekayasa_realita pada tanggal 17 Desember 2009)
2.4.6 Televisi
Televisi adalah penyiaran pertunjukan dengan radio dan dengan alat penerima dan pertunjukkan tadi diwujudkan sebagai gambar hidup. (KBUBI, 1982: 1038)
2.4.7 Swasta
Swasta dalam ekonomi suatu negara terdiri dari segala bidang yang tidak dikuasai oleh pemerintah. Baik organisasi nirlaba maupun laba dapat termasuk swasta, antara lain perusahaan, korporasi, bank, dan organisasi non-pemerintah lainnya, termasuk juga karyawan yang tidak bekerja untuk pemerintah. Dalam sektor ini, faktor-faktor produksi dimiliki oleh individual atau pribadi. (http://id.wikipedia.org/wiki/Swasta pada tanggal 10 Maret 2008)
2.4.8 Reality Show Lemon Tea
Merupakan suatu acara tentang kisah-kisah percintaan yang hadir setiap hari Senin s/d Jumat setiap pukul 15.30 – 16.00. Lemon tea terbagi dalam lima kategor yaitu Cinta Monyet, Cinta Lokasi, Backstreet, Cinta Lama Bersemi Kembali, Pacar Pertama.(www.sctv.co.id)
Saturday, 4 April 2009
makalah part 1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Televisi merupakan suatu barang yang sudah tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Televisi sudah menjadi suatu kebutuhan primer msyarakat yang harus dipenuhi. Meningkatnya teknologi zaman sekarang, semakin mengharuskan masyarakat untuk mengetahui semua informasi dengan cepat dan salah satu media yang dapat memberikan informasi secara audio dan visual dan dengan cepat dapat menjangkau banyak semua masyarakat adalah televisi.
Fungsi televisi tidak jauh dengan fungsi media yaitu untuk menyiarkan informasi, untuk mendidik, untuk menghibur, dan untuk mempengaruhi. Dilihat dari fungsinya, maka untuk memenuhi semua fungsi tersebut, televisi sekarang sudah banyak menayangkan beragam acara . Hampir semua stasiun televisi saling berlomba – lomba untuk menayangkan acara – acara yang sebenarnya memiliki konsep yang sama hanya saja berbeda judul.
Bisa dilihat bagaimana stasiun televisi di Indonesia bersaing dalam menyajikan program – program acara untuk mendapatkan minat masyarakat. Lebih sangat terlihat persaingan – persaingan yang dilakukan oleh stasiun televisi dalam menayangkan acara Reality Show. Hampir di setiap stasiun televisi mempunyai program acara Reality Show.
Acara rekayasa realita atau dikenal juga sebagai Reality show adalah salah satu jenis program acara TV dimana pendokumentasian rekayasa realitas berlangsung tanpa skenario dengan menggunakan pemain dari khalayak umum biasa (tidak menggunakan artis). Perkecualiannya adalah bila acara tersebut mengenai kehidupan artis, maka yang didokumentasikan adalah kehidupan nyata bagaimana artis tersebut menjalani hari-harinya. (http://id.wikipedia.org/wiki/Reality_show pada tanggal 06 Desember 2008)
Acara Reality Show ini terbagi dalam lima kategori yaitu dalam bidang musik, asmara, sosial, kontes, dan lain – lain (http://id.wikipedia.org/wiki/Reality_show pada tanggal 06 Desember 2008).
Mengapa acara Reality Show banyak ditayangkan oleh stasiun televisi? Karena masyarakat memiliki minat untuk menonton dalam acara tersebut dan acara Reality Show ini memiliki beragam jenis dan cerita sehingga sangat menarik minat masyarakat untuk menyaksikannya.
Acara Reality Show yang paling banyak menjadi sorotan masyarakat adalah Lemon Tea yang ditayangkan oleh SCTV. Lemon Tea merupakan acara reality show yang isinya kebanyakan tentang kisah – kisah percintaan para remaja SMP ataupun SMA yang kadang terdapat konflik dan tangisan.
Lemon Tea mempunyai banyak beragam acara seperti Cinta Monyet, Backstreet, Mak Comblang, Cinta Lokasi, dan Pacar Pertama. Kebanyakan peserta yang mengikuti acara ini berkisar antara 15 – 25 tahun. Banyak sekali kejadian – kejadian yang ditampilkan dari acara Lemon Tea ini seperti perkelahian, tangisan, makian, dan lain – lain.
Masyarakat pasti bertanya – tanya apakah kejadian tersebut memang suatu kejadian yang nyata atau hanya suatu skenario belaka saja. Memang sekarang sudah banyak diperbincangkan oleh khalayak umum. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa Lemon Tea merupakan suatau acara yang ceritanya hanya berdasarkan skenario (http://forum.detik.com/showthread.php?t=51821 pada tanggal 06 Desember 2008).
Memang jika dilihat dan diteliti, banyak sekali cerita – cerita yang ditampilkan dari acara Lemon Tea ini merupakan hanya cerita skenario. Bisa dilihat dari acara Cinta Lokasi yang termasuk dalam bagian dari Lemon Tea. Cinta Lokasi ini sering sekali menampilkan adegan – adegan konflik yang kadang disertai dengan caci maki antar peserta.
Setiap episodenya pasti selalu saja menampilkan cerita yang sama hanya berbeda peserta saja. Begitu juga dengan acara Lemon Tea lainnya seperti Mak Comblang, Backstreet, Cinta Monyet, dan Cinta Pertama.
Banyak cara yang dilakukan stasiun televisi untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat, karena dari perhatian itulah stasiun televisi itu bisa menjadi stasiun televisi yang terfavorit yang dilihat berdasarkan rating dari banyaknya masyarakat yang melihat berbagai macam acara di stasiun televisi tersebut.
Begitu juga yang dilakukan oleh SCTV. Untuk menjadi stasiun televisi nomor satu, SCTV berusaha untuk menyajikan berbagai acara yang sangat menarik salah satunya adalah acara reality show yaitu Lemon Tea, tetapi acara tersebut tidak sereality sebagaimana jenis programnya.
Dari masalah tersebut, Peneliti ingin menganalisi berbagai pendapat dari masyarakat tentang acara Lemon Tea karena dari pendapat – pendapat itulah biasanya stasiun televisi mengetahui apakah acara yang ditayangkan banyak mendapatkan respon yang positif atau negatif dari masyarakat.
Melihat dari masalah tersebut maka membuat penulis ingin meneliti tentang tanggapan remaja terhadap kebenaran fakta reality show di televisi swasta. (studi kasus acara reality show Lemon Tea di SCTV dan obyeknya adalah SMU Marsudirini).
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :
Tanggapan remaja SMA Marsudirini terhadap kebenaran fakta reality show Lemon Tea yang ditayangkan di SCTV.
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui serta menganalisis pendapat remaja SMA Marsudirini terhadap kebenaran fakta reality show Lemon Tea yang ditayangkan di SCTV.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian terbagi menjadi dua, yaitu manfaat akademis dan manfaat praktis.
1.4.1 Manfaat Akademis
1. Untuk memperluas wawasan penulis tentang media terutama dalam media televisi.
2. Untuk memberitahukan pengetahuan tentang dunia pertelevisian.
3. Untuk memberikan bahan referensi bagi siswa yang ingin melakukan penelitian yang sama pada kasus yang serupa.
1.4.2 Manfaat Praktis
1. Agar pihak SCTV membuat acara reality show yang memang sebenarnya berdasarkan kenyataan bukan dari skenario.
2. Agar masyarakat lebih selektif dalam memilih acara untuk ditonton.
1.5 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan untuk memberikan gambaran secara garis besar mengenai apa yang akan dibahas penulis, yaitu:
Bab I : Pendahuluan
Bab ini memberikan uraian – uraian dari masalah yang diteliti dan dimuat dalam latar belakang, kemudian masalah tersebut dirumuskan dalam perumusan masalah dan di bab ini juga menjelaskan alasan si penulis untuk meneliti masalah tersebut yang kemudian dimuat dalam tujuan penelitian dan manfaat penelitian.
Bab II : Kerangka Teoritis
Bab ini penulis akan menguraikan tentang landasan – landasan teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti oleh si penulis.
Bab III : Metodologi
Bab ini penulis akan menguraikan secara rinci metode yang digunakan penulis dalam proses penelitian. Biasanya terdiri dari metode penelitian, pendekatan yang digunakan, teknik pengumpulan data, dan teknik analisi data.
Bab IV : Analisis dan Pembahasan
Bab ini akan menguraikan berbagai penjelasan dari hasil yang telah disajikan oleh penulis dan kemudian dianalisis lebih mendalam dan biasanya mencakup hal – hal tentang obyek penelitian, serta data – data yang telah dikumpulkan.
Bab V : Kesimpulan dan Saran
Bab ini merupakan hal yang paling penting karena di dalam bab ini penulis akan menyajikan aspek – aspek inti dari penelitian yang dilakukan secara keseluruhan.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Televisi merupakan suatu barang yang sudah tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Televisi sudah menjadi suatu kebutuhan primer msyarakat yang harus dipenuhi. Meningkatnya teknologi zaman sekarang, semakin mengharuskan masyarakat untuk mengetahui semua informasi dengan cepat dan salah satu media yang dapat memberikan informasi secara audio dan visual dan dengan cepat dapat menjangkau banyak semua masyarakat adalah televisi.
Fungsi televisi tidak jauh dengan fungsi media yaitu untuk menyiarkan informasi, untuk mendidik, untuk menghibur, dan untuk mempengaruhi. Dilihat dari fungsinya, maka untuk memenuhi semua fungsi tersebut, televisi sekarang sudah banyak menayangkan beragam acara . Hampir semua stasiun televisi saling berlomba – lomba untuk menayangkan acara – acara yang sebenarnya memiliki konsep yang sama hanya saja berbeda judul.
Bisa dilihat bagaimana stasiun televisi di Indonesia bersaing dalam menyajikan program – program acara untuk mendapatkan minat masyarakat. Lebih sangat terlihat persaingan – persaingan yang dilakukan oleh stasiun televisi dalam menayangkan acara Reality Show. Hampir di setiap stasiun televisi mempunyai program acara Reality Show.
Acara rekayasa realita atau dikenal juga sebagai Reality show adalah salah satu jenis program acara TV dimana pendokumentasian rekayasa realitas berlangsung tanpa skenario dengan menggunakan pemain dari khalayak umum biasa (tidak menggunakan artis). Perkecualiannya adalah bila acara tersebut mengenai kehidupan artis, maka yang didokumentasikan adalah kehidupan nyata bagaimana artis tersebut menjalani hari-harinya. (http://id.wikipedia.org/wiki/Reality_show pada tanggal 06 Desember 2008)
Acara Reality Show ini terbagi dalam lima kategori yaitu dalam bidang musik, asmara, sosial, kontes, dan lain – lain (http://id.wikipedia.org/wiki/Reality_show pada tanggal 06 Desember 2008).
Mengapa acara Reality Show banyak ditayangkan oleh stasiun televisi? Karena masyarakat memiliki minat untuk menonton dalam acara tersebut dan acara Reality Show ini memiliki beragam jenis dan cerita sehingga sangat menarik minat masyarakat untuk menyaksikannya.
Acara Reality Show yang paling banyak menjadi sorotan masyarakat adalah Lemon Tea yang ditayangkan oleh SCTV. Lemon Tea merupakan acara reality show yang isinya kebanyakan tentang kisah – kisah percintaan para remaja SMP ataupun SMA yang kadang terdapat konflik dan tangisan.
Lemon Tea mempunyai banyak beragam acara seperti Cinta Monyet, Backstreet, Mak Comblang, Cinta Lokasi, dan Pacar Pertama. Kebanyakan peserta yang mengikuti acara ini berkisar antara 15 – 25 tahun. Banyak sekali kejadian – kejadian yang ditampilkan dari acara Lemon Tea ini seperti perkelahian, tangisan, makian, dan lain – lain.
Masyarakat pasti bertanya – tanya apakah kejadian tersebut memang suatu kejadian yang nyata atau hanya suatu skenario belaka saja. Memang sekarang sudah banyak diperbincangkan oleh khalayak umum. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa Lemon Tea merupakan suatau acara yang ceritanya hanya berdasarkan skenario (http://forum.detik.com/showthread.php?t=51821 pada tanggal 06 Desember 2008).
Memang jika dilihat dan diteliti, banyak sekali cerita – cerita yang ditampilkan dari acara Lemon Tea ini merupakan hanya cerita skenario. Bisa dilihat dari acara Cinta Lokasi yang termasuk dalam bagian dari Lemon Tea. Cinta Lokasi ini sering sekali menampilkan adegan – adegan konflik yang kadang disertai dengan caci maki antar peserta.
Setiap episodenya pasti selalu saja menampilkan cerita yang sama hanya berbeda peserta saja. Begitu juga dengan acara Lemon Tea lainnya seperti Mak Comblang, Backstreet, Cinta Monyet, dan Cinta Pertama.
Banyak cara yang dilakukan stasiun televisi untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat, karena dari perhatian itulah stasiun televisi itu bisa menjadi stasiun televisi yang terfavorit yang dilihat berdasarkan rating dari banyaknya masyarakat yang melihat berbagai macam acara di stasiun televisi tersebut.
Begitu juga yang dilakukan oleh SCTV. Untuk menjadi stasiun televisi nomor satu, SCTV berusaha untuk menyajikan berbagai acara yang sangat menarik salah satunya adalah acara reality show yaitu Lemon Tea, tetapi acara tersebut tidak sereality sebagaimana jenis programnya.
Dari masalah tersebut, Peneliti ingin menganalisi berbagai pendapat dari masyarakat tentang acara Lemon Tea karena dari pendapat – pendapat itulah biasanya stasiun televisi mengetahui apakah acara yang ditayangkan banyak mendapatkan respon yang positif atau negatif dari masyarakat.
Melihat dari masalah tersebut maka membuat penulis ingin meneliti tentang tanggapan remaja terhadap kebenaran fakta reality show di televisi swasta. (studi kasus acara reality show Lemon Tea di SCTV dan obyeknya adalah SMU Marsudirini).
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :
Tanggapan remaja SMA Marsudirini terhadap kebenaran fakta reality show Lemon Tea yang ditayangkan di SCTV.
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui serta menganalisis pendapat remaja SMA Marsudirini terhadap kebenaran fakta reality show Lemon Tea yang ditayangkan di SCTV.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian terbagi menjadi dua, yaitu manfaat akademis dan manfaat praktis.
1.4.1 Manfaat Akademis
1. Untuk memperluas wawasan penulis tentang media terutama dalam media televisi.
2. Untuk memberitahukan pengetahuan tentang dunia pertelevisian.
3. Untuk memberikan bahan referensi bagi siswa yang ingin melakukan penelitian yang sama pada kasus yang serupa.
1.4.2 Manfaat Praktis
1. Agar pihak SCTV membuat acara reality show yang memang sebenarnya berdasarkan kenyataan bukan dari skenario.
2. Agar masyarakat lebih selektif dalam memilih acara untuk ditonton.
1.5 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan untuk memberikan gambaran secara garis besar mengenai apa yang akan dibahas penulis, yaitu:
Bab I : Pendahuluan
Bab ini memberikan uraian – uraian dari masalah yang diteliti dan dimuat dalam latar belakang, kemudian masalah tersebut dirumuskan dalam perumusan masalah dan di bab ini juga menjelaskan alasan si penulis untuk meneliti masalah tersebut yang kemudian dimuat dalam tujuan penelitian dan manfaat penelitian.
Bab II : Kerangka Teoritis
Bab ini penulis akan menguraikan tentang landasan – landasan teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti oleh si penulis.
Bab III : Metodologi
Bab ini penulis akan menguraikan secara rinci metode yang digunakan penulis dalam proses penelitian. Biasanya terdiri dari metode penelitian, pendekatan yang digunakan, teknik pengumpulan data, dan teknik analisi data.
Bab IV : Analisis dan Pembahasan
Bab ini akan menguraikan berbagai penjelasan dari hasil yang telah disajikan oleh penulis dan kemudian dianalisis lebih mendalam dan biasanya mencakup hal – hal tentang obyek penelitian, serta data – data yang telah dikumpulkan.
Bab V : Kesimpulan dan Saran
Bab ini merupakan hal yang paling penting karena di dalam bab ini penulis akan menyajikan aspek – aspek inti dari penelitian yang dilakukan secara keseluruhan.
Friday, 27 March 2009
Media Relations
MEDIA BARU dan PRAKTIK MEDIA RELATIONS
Media baru merupakan suatu bentuk media komunikasi yang menggunakan suatu teknologi yang bisa menyediakan informasi yang sangat luas dan mudah diperoleh dan didapat. Contohnya seperti internet.
Sifat dari informasi yang dibuat melalui media baru ini sangat sulit dikontrol karena tidak terbatas dan siapun dapat membuat informasi melalui media baru ini sehingga saking banyaknya masyarakat yang menggunakan media baru dengan begitu tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang membuatnya.
Oleh sebab itu media baru banyak yang menyalahgunakannya untuk merugikan seorang individu atau sebuah organisasi / perusahaan. Maka dari masalah itulah dibutuhkan peran dari sebuah PR yang mana PR tersebut akan bertanggung jawab untuk mengklarifikasi sebuah informasi yang isinya bersifat menjelek - jelekkan citra dari sebuah perusahaan tertentu.
MENJALIN HUBUNGAN DENGAN MEDIA
Dalam sebuah media dikenal suatu istilah yang sering disebut dengan mediascape yang merupakan kepanjangan dari media lanscape yang berarti gambaran – gambaran isi dari sebuah media yang menonjol atau kurang menonjol dan juga biasanya menunjukkan kepribadian dari media tersebut dengan karakteristik masing – masing.
Mediascape itu biasanya lebih mengarah pada kespesifikan suatu content dari media tersebut. Seperti media cetak, ada beberapa media cetak yang hanya mengkhususkan contentnya untuk olah raga saja, atau otomotif atau fashion
Dalam memudahkan suatu organisasi untuk menjalin hubungan dengan media, biasanya seorang PR dari sebuah organisasi tersebut menyediakan press kit atau media kit kepada media agar lebih mudah dalam mendapatkan informasi mengenai organisasi tersebut.
Praktisi PR juga harus mengetahui cara kerja media yang tidak mudah karena media harus melakukan keseluruhan proses dengan teliti karena informasi yang media buat berpengaruh pada persepsi orang pada media tersebut. Praktisi PR juga harus membuat dan menyusun daftar media agar lebih terorganisir dan mudah dalam menemukan keterangan – keterangan tentang media tersebut.
Cara kerja media massa tidak sembarangan saja, tetapi tindakan yang mereka tunjukkan berdasarkan peraturan – peraturan yang sudah ditentukan atau mereka sudah terikat dengan kode etik media. Dengan begitu media massa tidak akan bertindak semaunya dan kegiatan media dapat berjalan dengan lancar tanpa ada masalah.
Media baru merupakan suatu bentuk media komunikasi yang menggunakan suatu teknologi yang bisa menyediakan informasi yang sangat luas dan mudah diperoleh dan didapat. Contohnya seperti internet.
Sifat dari informasi yang dibuat melalui media baru ini sangat sulit dikontrol karena tidak terbatas dan siapun dapat membuat informasi melalui media baru ini sehingga saking banyaknya masyarakat yang menggunakan media baru dengan begitu tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang membuatnya.
Oleh sebab itu media baru banyak yang menyalahgunakannya untuk merugikan seorang individu atau sebuah organisasi / perusahaan. Maka dari masalah itulah dibutuhkan peran dari sebuah PR yang mana PR tersebut akan bertanggung jawab untuk mengklarifikasi sebuah informasi yang isinya bersifat menjelek - jelekkan citra dari sebuah perusahaan tertentu.
MENJALIN HUBUNGAN DENGAN MEDIA
Dalam sebuah media dikenal suatu istilah yang sering disebut dengan mediascape yang merupakan kepanjangan dari media lanscape yang berarti gambaran – gambaran isi dari sebuah media yang menonjol atau kurang menonjol dan juga biasanya menunjukkan kepribadian dari media tersebut dengan karakteristik masing – masing.
Mediascape itu biasanya lebih mengarah pada kespesifikan suatu content dari media tersebut. Seperti media cetak, ada beberapa media cetak yang hanya mengkhususkan contentnya untuk olah raga saja, atau otomotif atau fashion
Dalam memudahkan suatu organisasi untuk menjalin hubungan dengan media, biasanya seorang PR dari sebuah organisasi tersebut menyediakan press kit atau media kit kepada media agar lebih mudah dalam mendapatkan informasi mengenai organisasi tersebut.
Praktisi PR juga harus mengetahui cara kerja media yang tidak mudah karena media harus melakukan keseluruhan proses dengan teliti karena informasi yang media buat berpengaruh pada persepsi orang pada media tersebut. Praktisi PR juga harus membuat dan menyusun daftar media agar lebih terorganisir dan mudah dalam menemukan keterangan – keterangan tentang media tersebut.
Cara kerja media massa tidak sembarangan saja, tetapi tindakan yang mereka tunjukkan berdasarkan peraturan – peraturan yang sudah ditentukan atau mereka sudah terikat dengan kode etik media. Dengan begitu media massa tidak akan bertindak semaunya dan kegiatan media dapat berjalan dengan lancar tanpa ada masalah.
Hard news 3
FREESEX DI KALANGAN REMAJA MERAJALELA
Jkt, 26/10 – Orang tua mana yang tidak was – was mengetahui data tentang perilaku seks bebas remaja Indonesia masa kini? Banyak data mengatakan hampir 85% remaja umur 15 tahun melakukan hubungan seks dan hampir 50% remaja melakukan hubungan seks di luar nikah.
Freesex sungguh telah menjadi hal biasa. Melihat fakta ini memang sangat mengaggetkan. Freesex sudah sangat tidak bisa dijauhkan dari masyarakat, bahkan freesex sudah membudaya di dalam kehidupan masyarakat, bahkan tidak hanya masyrakat dewasa saja. Sekarang para remaja juga mengikutinya.
Survei telah dilakukan pada tahun 2003 di lima kota, di antaranya Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Hasil survei PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) menyatakan bahwa sebanyak 85% remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Penelitian pada 2005 itu dilakukan terhadap2.488 responden di Tasikmalaya, Cirebon, Singkawang, Palembang, dan Kupang.
Ironisnya, menurut Direktur Eksekutif PKBI, Inne Silviane, hubungan seks itu dilakukan di rumah sendiri – rumah tempat mereka berlindung. Sebanyak 50 persen dari remaja itu mengaku menonton media pornografi, di antaranya VCD. Dari penelitian itu pula diketahui, 52% yang memahami bagaimana kehamilan bisa terjadi.
Diketahui bahwa 42,3% pelajar SMP dan SMA di Cianjur telah melakukan hubungan seksual. Penelitian ini dilakukan Annisa Foundation (AF) pada Juli-Desember 2006 terhadap 412 responden. Laila Sukmadewi, Direktur Eksekutif AF, mengatakan hubungan seks di luar nikah itu umumnya dilakukan responden karena suka sama suka. Hanya sekitar 9 persen dengan alasan ekonomi. ” Yang lebih memprihatinkan, sebanyak 90 persen menyatakan paham nilai-nilai agama, dan mereka tahu itu dosa,” ujar Laila.
Hasil penelitian di berbagai negara menemukan bahwa anak remaja akan terhindar dari keterlibatan dengan seks bebas, jika mereka dapat membicarakan masalah seks dengan orang tuanya. Artinya, orang tua harus menjadi pendidik seksualitas bagi anak-anaknya. Telah siapkah kita, para orangtua menjadi pendidik seksualitas bagi anak-anak kita? Bagaimana meluweskan lidah kita agar tak kelu ketika harus bicara saru dengan anak-anak kita? Itulah tantangan kita sebagai orang tua.
Jkt, 26/10 – Orang tua mana yang tidak was – was mengetahui data tentang perilaku seks bebas remaja Indonesia masa kini? Banyak data mengatakan hampir 85% remaja umur 15 tahun melakukan hubungan seks dan hampir 50% remaja melakukan hubungan seks di luar nikah.
Freesex sungguh telah menjadi hal biasa. Melihat fakta ini memang sangat mengaggetkan. Freesex sudah sangat tidak bisa dijauhkan dari masyarakat, bahkan freesex sudah membudaya di dalam kehidupan masyarakat, bahkan tidak hanya masyrakat dewasa saja. Sekarang para remaja juga mengikutinya.
Survei telah dilakukan pada tahun 2003 di lima kota, di antaranya Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Hasil survei PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) menyatakan bahwa sebanyak 85% remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Penelitian pada 2005 itu dilakukan terhadap2.488 responden di Tasikmalaya, Cirebon, Singkawang, Palembang, dan Kupang.
Ironisnya, menurut Direktur Eksekutif PKBI, Inne Silviane, hubungan seks itu dilakukan di rumah sendiri – rumah tempat mereka berlindung. Sebanyak 50 persen dari remaja itu mengaku menonton media pornografi, di antaranya VCD. Dari penelitian itu pula diketahui, 52% yang memahami bagaimana kehamilan bisa terjadi.
Diketahui bahwa 42,3% pelajar SMP dan SMA di Cianjur telah melakukan hubungan seksual. Penelitian ini dilakukan Annisa Foundation (AF) pada Juli-Desember 2006 terhadap 412 responden. Laila Sukmadewi, Direktur Eksekutif AF, mengatakan hubungan seks di luar nikah itu umumnya dilakukan responden karena suka sama suka. Hanya sekitar 9 persen dengan alasan ekonomi. ” Yang lebih memprihatinkan, sebanyak 90 persen menyatakan paham nilai-nilai agama, dan mereka tahu itu dosa,” ujar Laila.
Hasil penelitian di berbagai negara menemukan bahwa anak remaja akan terhindar dari keterlibatan dengan seks bebas, jika mereka dapat membicarakan masalah seks dengan orang tuanya. Artinya, orang tua harus menjadi pendidik seksualitas bagi anak-anaknya. Telah siapkah kita, para orangtua menjadi pendidik seksualitas bagi anak-anak kita? Bagaimana meluweskan lidah kita agar tak kelu ketika harus bicara saru dengan anak-anak kita? Itulah tantangan kita sebagai orang tua.
Hard news 2
PERILAKU REMAJA SEKARANG MEMPRIHATINKAN
Jkt, 26/10 – "Penelitian yang kami lakukan dengan melibatkan lembaga swadaya masyarakat, menunjukan perilaku seks bebas ini telah dianggap sebagai pergaulan bagi kalangan pelajar. Ini jelas menjadi keresahan bagi para orangtua sebab perilaku tersebut sangat rawan terjadinya penyebaran penyakit menular." kata Rita Fitrianingsih, Sekretaris KPAD
Umumnya, para remaja ini menganggap prilaku seks bebas sebagai gaya hidup atau bagian dari pergaulan. Perilaku ini diduga sebagai salah satu pemicu tingginya kasus penyebaran HIV Aids di Kota Sukabumi selama tujuh tahun terakhir yang mencapai 206 kasus. Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Dr. Rita Fitrianingsih mengatakan, perilaku seks bebas ini telah melibatkan pelajar yang bukan hanya berasal dari tingkat SMP dan SMU.
Remaja sekarang tidak ada harapan untuk dijadikan sebagai penerus bangsa. Fakta mengatakan sebanyak 30 persen pelajar di Kota Sukabumi, Jawa Barat, diduga telah melakukan seks bebas. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh dinas kesehatan setempat sepanjang tahun 2007. Masih ditahun 2007, dinas kesehatan kembali menemukan kasus baru dalam hal penyebaran virus HIV Aids, yakni sebanyak 44 kasus.
Jumlah temuan kasus baru ini, tutur Rita, jauh lebih rendah dari jumlah temuan kasus baru pada tahun 2006 yang mencapai 94 kasus. “Untuk temuan baru kasus HIV Aids pada tahun 2007 sebanyak 44 kasus dengan kasus kematian sebanyak 24 kasus. Angka temuan kasus baru itu lebih rendah ketimbang temuan kasus pada tahun 2006. yang mencapai 94 kasus. Secara akumulasi jumlah penderita HIV Aids selama tahun 2000-2007 mencapai 206 kasus," papar Rita.
Generasi kita akan hancur bila kita tidak bisa merubah semua ini. Tidak ada yang bisa diharapkan dan dibanggakan dari para pemuda – pemudi kita untuk memimpin bangsa kita dan pastinya lama – kelamaan negara kita akan hancur dengan penghuni yang tidk bermoral.
Jkt, 26/10 – "Penelitian yang kami lakukan dengan melibatkan lembaga swadaya masyarakat, menunjukan perilaku seks bebas ini telah dianggap sebagai pergaulan bagi kalangan pelajar. Ini jelas menjadi keresahan bagi para orangtua sebab perilaku tersebut sangat rawan terjadinya penyebaran penyakit menular." kata Rita Fitrianingsih, Sekretaris KPAD
Umumnya, para remaja ini menganggap prilaku seks bebas sebagai gaya hidup atau bagian dari pergaulan. Perilaku ini diduga sebagai salah satu pemicu tingginya kasus penyebaran HIV Aids di Kota Sukabumi selama tujuh tahun terakhir yang mencapai 206 kasus. Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Dr. Rita Fitrianingsih mengatakan, perilaku seks bebas ini telah melibatkan pelajar yang bukan hanya berasal dari tingkat SMP dan SMU.
Remaja sekarang tidak ada harapan untuk dijadikan sebagai penerus bangsa. Fakta mengatakan sebanyak 30 persen pelajar di Kota Sukabumi, Jawa Barat, diduga telah melakukan seks bebas. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh dinas kesehatan setempat sepanjang tahun 2007. Masih ditahun 2007, dinas kesehatan kembali menemukan kasus baru dalam hal penyebaran virus HIV Aids, yakni sebanyak 44 kasus.
Jumlah temuan kasus baru ini, tutur Rita, jauh lebih rendah dari jumlah temuan kasus baru pada tahun 2006 yang mencapai 94 kasus. “Untuk temuan baru kasus HIV Aids pada tahun 2007 sebanyak 44 kasus dengan kasus kematian sebanyak 24 kasus. Angka temuan kasus baru itu lebih rendah ketimbang temuan kasus pada tahun 2006. yang mencapai 94 kasus. Secara akumulasi jumlah penderita HIV Aids selama tahun 2000-2007 mencapai 206 kasus," papar Rita.
Generasi kita akan hancur bila kita tidak bisa merubah semua ini. Tidak ada yang bisa diharapkan dan dibanggakan dari para pemuda – pemudi kita untuk memimpin bangsa kita dan pastinya lama – kelamaan negara kita akan hancur dengan penghuni yang tidk bermoral.
Hard news
FREESEX MENINGKAT AIDS MENGANCAM
Jkt, 26/10 - Jumlah kasus HIV/AIDS yang terungkap terus meningkat secara tajam. Hingga September 2006, jumlah penderita HIV di Indonesia mencapai 4.617 orang, sedangkan penderita AIDS mencapai 6.987 orang yang tersebar di seluruh provinsi
Freesex memang sudah semakin merajalela dikalangan remaja saat ini, banyak dari mereka yang mengaku bahwa mereka sudah biasa dengan istilah freesex dan bukan menjadi suatu hal yang tabu lagi. Bahkan ada sebuah pengakuan dari beberapa remaja bahwa mereka melakukannya secara sadar
Dengan meningkatnya freesex di negara kita, tidak heran juga bila kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) semakin meningkat, khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas. Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
AIDS / HIV dengan cepat menjangkit para remaja kita. Penderita AIDS/HIV sudah sangat meningkat. Bisa kita bayangkan penderita HIV / AIDS meningkat 400% pada tahun 2006 dari tahun sebelumnya , yaitu dari 175 orang menjadi 715 orang. "Fenomena ini sungguh memprihatinkan. Bila tidak ada upaya pencegahan secara serius, bisa jadi kita mengalami loss of generations," ujar dr Esti Martiana Rahmie, Ketua KPAD Surabaya.
Ternyata Jawa Timur menempati peringkat kedua terbanyak penderita HIV/AIDS dengan Surabaya sebagai kota tertinggi pengidap virus yang menyerang kekebalan tubuh tersebut. Yang memprihatinkan lagi, seperti dilansir pada peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2006, penderita HIV/AIDS, termasuk di Surabaya, didominasi anak muda dengan usia 20-29 tahun.
Pastinya keadaan seperti ini tidak kita inginkan, dengan begitu marilah kita berantas freesex di kalangan remaja agar para remaja kita dapat mejadi penerus bangsa dan membawa Negara kita menjadi Negara sukses di mata dunia.
Jkt, 26/10 - Jumlah kasus HIV/AIDS yang terungkap terus meningkat secara tajam. Hingga September 2006, jumlah penderita HIV di Indonesia mencapai 4.617 orang, sedangkan penderita AIDS mencapai 6.987 orang yang tersebar di seluruh provinsi
Freesex memang sudah semakin merajalela dikalangan remaja saat ini, banyak dari mereka yang mengaku bahwa mereka sudah biasa dengan istilah freesex dan bukan menjadi suatu hal yang tabu lagi. Bahkan ada sebuah pengakuan dari beberapa remaja bahwa mereka melakukannya secara sadar
Dengan meningkatnya freesex di negara kita, tidak heran juga bila kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) semakin meningkat, khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas. Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
AIDS / HIV dengan cepat menjangkit para remaja kita. Penderita AIDS/HIV sudah sangat meningkat. Bisa kita bayangkan penderita HIV / AIDS meningkat 400% pada tahun 2006 dari tahun sebelumnya , yaitu dari 175 orang menjadi 715 orang. "Fenomena ini sungguh memprihatinkan. Bila tidak ada upaya pencegahan secara serius, bisa jadi kita mengalami loss of generations," ujar dr Esti Martiana Rahmie, Ketua KPAD Surabaya.
Ternyata Jawa Timur menempati peringkat kedua terbanyak penderita HIV/AIDS dengan Surabaya sebagai kota tertinggi pengidap virus yang menyerang kekebalan tubuh tersebut. Yang memprihatinkan lagi, seperti dilansir pada peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2006, penderita HIV/AIDS, termasuk di Surabaya, didominasi anak muda dengan usia 20-29 tahun.
Pastinya keadaan seperti ini tidak kita inginkan, dengan begitu marilah kita berantas freesex di kalangan remaja agar para remaja kita dapat mejadi penerus bangsa dan membawa Negara kita menjadi Negara sukses di mata dunia.
Feature News
Remaja Jaman Sekarang
Oleh Ayu Astari
”Sepasang remaja yang sedang menikmati malam minggu, sedang asik bercanda dan berpelukan, itulah gambaran perilaku sebagian remaja yang tidak sesuai dengan umur mereka. Tidak hanya itu saja, jika diperhatikan dan diteliti, pasangan – pasangan remaja cenderung lebih memilih tempat duduk yang paling pojok pada saat menonton di bioskop agar dapat dengan leluasa melakukan hal – hal yang disukai mereka”
Sedih melihat perilaku para remaja yang sudah tidak terkontrol lagi. Pergaulan mereka sudah sangat terpengaruh oleh budaya Barat, bahkan ada sebagian pasangan remaja yang pernah melakukan hubungan badan dengan pacar mereka. Seperti Santi (bukan nama sebenarnya), gadis belia berumur 17 tahun ini sudah pernah merasakan berhubungan badan beberapa kali dengan kekasihnnya. Santi tidak merasakan beban yang berat saat menyerahkan keperawanannya pada kekasihnya.
Santi bisa dibilang salah satu remaja yang memiliki pergaulan yang sangat bebas, ini dikarenakan ia tinggal sendiri di salah satu apartement di Jakarta, dengan begitu ia bisa melakukan apapun dengan bebas. Memang kelakuan Santi saat ini tidak sepenuhnya kesalahan dia, tetapi orang tuanyalah yang mempunyai kesalahan atas perilaku Santi saat ini. Keluarga yang berantakan atau istilahnya ”Broken Home” merupakan salah satu penyebab seorang anak memiliki perilaku yang negatif.
Hasil survei PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) menyatakan bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Penelitian terhadap2.488 responden di Tasikmalaya, Cirebon, Singkawang, Palembang, dan Kupang. Its very unbelieveable!!
Kalau sudah begini, siapa lagi yang mampu menyelesaikannya? Apakah sudah saatnya Tuhan bertindak? Sangat tidak bisa dibayangkan jika Tuhan sudah bertindak.Menurut saya, kita pun masih dapat mencegahnya
Untuk dapat mencegah itu semua diperlukannya kesadaran dalam diri dan instropeksi dalam diri kita masing – masing supaya tidak munafik akhirnya. Dengan begitu kitapun dapat mencegah terjadinya freeseks di kalangan remaja.
Oleh Ayu Astari
”Sepasang remaja yang sedang menikmati malam minggu, sedang asik bercanda dan berpelukan, itulah gambaran perilaku sebagian remaja yang tidak sesuai dengan umur mereka. Tidak hanya itu saja, jika diperhatikan dan diteliti, pasangan – pasangan remaja cenderung lebih memilih tempat duduk yang paling pojok pada saat menonton di bioskop agar dapat dengan leluasa melakukan hal – hal yang disukai mereka”
Sedih melihat perilaku para remaja yang sudah tidak terkontrol lagi. Pergaulan mereka sudah sangat terpengaruh oleh budaya Barat, bahkan ada sebagian pasangan remaja yang pernah melakukan hubungan badan dengan pacar mereka. Seperti Santi (bukan nama sebenarnya), gadis belia berumur 17 tahun ini sudah pernah merasakan berhubungan badan beberapa kali dengan kekasihnnya. Santi tidak merasakan beban yang berat saat menyerahkan keperawanannya pada kekasihnya.
Santi bisa dibilang salah satu remaja yang memiliki pergaulan yang sangat bebas, ini dikarenakan ia tinggal sendiri di salah satu apartement di Jakarta, dengan begitu ia bisa melakukan apapun dengan bebas. Memang kelakuan Santi saat ini tidak sepenuhnya kesalahan dia, tetapi orang tuanyalah yang mempunyai kesalahan atas perilaku Santi saat ini. Keluarga yang berantakan atau istilahnya ”Broken Home” merupakan salah satu penyebab seorang anak memiliki perilaku yang negatif.
Hasil survei PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) menyatakan bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Penelitian terhadap2.488 responden di Tasikmalaya, Cirebon, Singkawang, Palembang, dan Kupang. Its very unbelieveable!!
Kalau sudah begini, siapa lagi yang mampu menyelesaikannya? Apakah sudah saatnya Tuhan bertindak? Sangat tidak bisa dibayangkan jika Tuhan sudah bertindak.Menurut saya, kita pun masih dapat mencegahnya
Untuk dapat mencegah itu semua diperlukannya kesadaran dalam diri dan instropeksi dalam diri kita masing – masing supaya tidak munafik akhirnya. Dengan begitu kitapun dapat mencegah terjadinya freeseks di kalangan remaja.
Subscribe to:
Posts (Atom)
1.jpg)